"ANATOLY MOSKVINA" PRIA YANG MENGKOLEKSI 26 MAYAT WANITA YANG DI DANDANI




Anatoly Moskvina tidak hanya seorang jenius yang menguasai 13 bahasa dan mempunyai pengetahuan lebih mengenai sejarah, baru-baru ini terungkap bahwa pria itu juga punya koleksi boneka mengerikan yang ia buat dari 26 mayat wanita yang ia ambil langsung dari kuburan mereka.

Penemuan ini terjadi ketika orang tua Moskvina mengunjungi apartemen kecilnya di kota Nizhny Novgorod daerah Rusia bagian barat.

Setelah polisi datang mengunjungi tempat tinggalnya, terungkap bahwa pria berumur 45 tahun itu menyimpan paling tidak 26 mayat wanita berumur antara 15 hingga 26 tahun. 

Dilaporkan oleh Life News, Moskvina telah mengunjungi ratusan kuburan ketika malam hari dan menggali mayat didalamnya dengan sekop. Ia lalu menaruh mayat tersebut ke tas plastik dan membawanya pulang ke apartemen. Setelah mayat itu sampai di rumah, Moskvina lalu mendandani mayat itu dengan pakaian seperti boneka.

Menurut BNO News, Moskvina telah mengunjungi lebih dari 750 pemakaman. Pria itu dipercaya pernah tidur di dalam peti mati. Di malam lainnya lagi, ia terlihat pernah tidur di atas kursi di daerah pemakaman.
Moskvina adalah seorang sejarawan dan jurnalis. Tetangganya menyebut pria itu seorang jenius yang menguasai 13 bahasa dan memiliki pengetahuan tentang sejarah, dimana ia memanfaatkan pengetahuannya itu untuk mengajar di sebuah museum lokal. Polisi sempat menahan Moskvina namun kemudian melepaskannya kembali.

INGIN MENYENTUH LANGIT? COBA JALAN DI TEBING INI

Seorang wisatawan berjalan di jalan kaca Gunung Tianmen (Foto: Daily Mail)

BEIJING - Bagi siapapun yang ingin menguji nyali dengan berjalan di ketinggian sekira 1.432 meter di atas permukaan laut, dapat mencobanya di China. Sebuah jalan setapak yang dibuat di sisi Gunung Tianmen, dijamin mampu memicu adrenalin.

Pada sisi tebing Gunung ini dibuat jalur jalan kaki terbuat dari kaca. Bila seseorang berjalan di jalur ini, rasanya seperti tengah berjalan di langit. Demikian diberitakan Daily Mail, Jumat (11/11/2011).

Para wisatawan yang hendak melewati jalur ini diharuskan menggunakan penutup sepatu. Hal tersebut memang sudah menjadi kewajiban agar kaca yang dilalui tetap terjaga kebersihannya.

Beberapa wisatawan yang mencoba melewati jalur ini tampak gugup, karena mereka berjalan dengan melihat langsung ke bawah jurang. Sementara pemandangan yang meliputi sekitar jalur tersebut, tentunya terlihat amat menakjubkan.

Jalur pejalan kaki ini dibuat sepanjang 60,9 meter dan menghubungkan tebing sebelah barat dari puncak Gunung Yunmeng dan puncak Gunung Tianmen dan Zhang Jiajie. 

Pemerintah China membangun jalur ini, mengikuti jembatan yang dibuat di Grand Canyon di Amerika Serikat (AS). Jembatan di taman nasional AS itu dibangun pada ketinggian 1.219 meter dan dengan panjang sekira 21,3 meter. Jembatan itu juga dibuat dari kaca dan memiliki ketebalan hingga 63,5 centimeter.

Sementara Gunung Tianmen di China dikenal dengan banyaknya gua alam dan memiliki kekayaan tumbuhan yang langka. Kereta gantung juga digantung juga dibangun di taman nasional tersebut dengan panjang 4 mil, yang dikatakan sebagai yang terpanjang di dunia.

Jalur serupa juga tengah dibangun di Gunung Shifou. Bila tersambung, jalur ini akan menjulur hingga sepanjang 2,8 kilometer. 

GEDUNG PUTIH BIKIN PERNYATAAN SOAL ALIEN


Gedung Putih mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa tidak ada bukti kuat soal makhluk luar angkasa (ET) atau alien pernah melakukan kontak dengan manusia. Pernyataan itu merupakan tanggapan resmi Amerika Serikat (AS) menyusul dua petisi yang muncul di laman Gedung Putih "We The People".

Laman tersebut dimaksudkan untuk menyuarakan inisiatif dan keluhan warga AS melalui petisi terhadap presiden dan Pemerintah AS dan akan direspons bila cukup banyak warga yang menandatanganinya. Dua petisi soal alien berhasil mengumpulkan sebanyak 17.000 tanda tangan. Kedua petisi itu adalah "Segera ungkapkan pengetahuan pemerintah soal makhluk luar angkasa dan komunikasi pemerintah dengan mereka" dan "Secara resmi buat pernyataan mengenai kehadiran makhluk luar angkasa yang berhubungan dengan manusia - Pengungkapan Rahasia".

"Pemerintah AS tidak memiliki bukti bahwa ada kehidupan di luar bumi, atau ada makhluk luar angkasa yang melakukan kontak atau berhubungan dengan umat manusia," kata pejabat senior divisi kebijakan dan komunikasi Gedung Putih, Phil Larson, dalam pernyataannya.

Selain itu, kata Larson, tidak ada informasi yang kredibel yang menunjukkan bahwa ada bukti yang tersembunyi dari mata publik. Meskipun begitu, Larson mengatakan tidak menutup kemungkinan kehidupan di luar angkasa dibahas dan dieksplorasi, termasuk beberapa proyek NASA. Bahkan, tidak mengesampingkan bahwa hal itu memang benar adanya.

"Banyak ilmuwan dan ahli matematika sampai pada kesimpulan bahwa ada kemungkinan yang cukup tinggi di suatu tempat di antara triliunan bintang di alam semesta ada planet lain selain bumi tempat kita hidup," tambah Larson.