MENGETAHUI SEORANG PEMBOHONG

Memang tidak sebaiknya kita terlalu percaya pada seseorang. Namun juga jangan terlalu mudah curiga karena kurang baik terhadap kesan orang lain pada kita. So, coba perhatikan beberapa ciri orang yang suka berbohong ini

Pembohong


1. Dia Selalu Punya Jawaban Atas Berbagai Pertanyaan

Seorang edukator bernama Julia Chung yang telah bergerak di bidangnya selama 16 tahun, menjelaskan bahwa bila Anda bertanya pada seseorang mengenai kejadian yang sudah lampau, beberapa orang akan berpikir sejenak dan menjelaskan secara alamiah. Namun beberapa orang yang berbohong, seolah selalu bisa menjelaskan keadaan dan jawaban atas pertanyaan yang orang lontarkan.

2. Mengatakan Bahwa Dia Jujur (Berkali-kali)

Mungkin Anda sering menonton infotainment di mana banyak orang berusaha mengatakan bahwa mereka jujur dan yang lainnya diam seribu bahasa . Orang akan memandang bahwa mereka yang lebih mau bicara lebih jujur sementara mereka yang diam akhirnya ketahuan belangnya. Agaknya kita mesti waspada dengan ekspresi seseorang ketika mereka mengatakan bahwa mereka jujur. Menurut Joseph Buckley, Pimpinan dari John E. Reid and Associates di Chicago, seseorang yang jujur pada dasarnya tidak akan bicara dengan berlebihan.

3. Kegelisahan dan Kecemasan

Ada beberapa gelagat kegelisahan seorang pembohong yang bisa Anda perhatikan. Misalnya ketika dia berkali-kali minum, tempo bicara yang gugup atau tergesa dan penuh tekanan, mondar-mandir, membenarkan rambut atau memegang tengkuk sambil melihat ke sekitar. Bahkan nada bicara yang menunjukkan keyakinan seringkali hanya menyisakan 20 % saja kesungguhan dan Anda akan berakhir kecewa karen kebohongan.

Beberapa gejala ini bisa Anda perhatikan untuk menghindari teman atau pria yang suka berbohong. Tidak semua orang yang berbohong itu buruk, namun seringkali kebohongan hanya akan menimbulkan luka dan kekecewaan. So, sebelum itu terjadi, tidak ada salahnya untuk lebih waspada.

5 FAKTA MENARIK SEPUTAR BERSIN

Setiap orang pasti pernah bersin namun tahukah kamu ternyata bersin memiliki fakta menarik yang mungkin kamu belum pernah tahu sebalumnya jika bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan pembuluh darah di kepala atau leher dan mengakibatkan kematian.

Bersin

Nah berikut ini ada beberaa fakta seputar bersin yang harus kamu ketahui. Mau tahu fakta apa aja itu simak 5 Fakta Menarik Seputar Bersin berikut ini.

1. Bersin merestart tubuh kita

Pada saat kita bersin, secara refleks maka otot-otot yang ada di muka kita menegang, dan jantung kita akan berhenti berdenyut atau berhenti berdetak untuk sementara. Dan setelah kita selesai masa bersin tersebut, maka jantung kita akan berdetak kembali

2. Kekuatan bersin

Saat bersin, maka lendir atau benda-benda asing yang ada di mulut dan hidung akan keluar dengan kecepatan 100 mil per jam. Jika bersin terlalu keras beresiko dapat meretakkan tulang iga.

3. Bahaya ketika menahan bersin

Ketika Anda menahan bersin, maka Anda akan menahan tekanan bersin maka tubuh harus mengatasi perubahan akibat tekanan kuat yang masuk kembali ke dalam saluran pernapasan. Tekanan tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada gendang telinga, selain itu resiko mengalami pecah pembuluh nadi di kepala dan leher mungkin dapat terjadi

4. Bersin mengeluarkan banyak sekali bakteri

Ketika bersin maka tubuh akan mengeluarkan 100.000 kuman atau bakteri ke udara. Menurut John Pan, MD, kepala Pusat Pengobatan Integratif di George Washington University Medical Center, bersin yang ditahan akan memaksa bakteri kembali masuk ke dalam rongga hidung dan kanal telinga, sehingga bisa menimbulkan infeksi bagi tubuh kita.

5. Resiko yang dialami saat membuka mata saat bersin

Saat bersin, maka akan terjadi stres yang luar biasa pada tubuh, tekanan udara yang cukup penting terletak pada mata.Tekanan tambahan tersebut memang tidak akan membuat mata copot atau keluar (namun dapat saja terjadi). Tekanan itu akan membuat mata merasa tidak nyaman. Sehingga secara refleks seseorang akan menutup matanya saat bersin sebagai bentuk perlindungan. Jadi akan sulit untuk membuka mata saat bersin.

Nah itulah beberapa fakata menarik seputar bersin.

BAHAYA HIDUP MEMBUJANG

SUNGGUH, hampir saja kaki kita tergelincir kepada maksiat-maksiat besar kalau Allah tidak menyelamatkan kita. Dan kita bisa benar-benar memasukinya (na’udzubillahi min dzalik tsumma na’udzubillahi min dzalik) kalau kita tidak segera meniatkan untuk menjaga kesucian kemaluan kita dengan menikah. Awalnya menumbuhkan niat yang sungguh-sungguh untuk suatu saat menghalalkan pandangan mata dengan akad nikah yang sah. Mudah-mudahan Allah menolong kita dan tidak mematikan kita dalam keadaan masih membujang.

Bujang

Rasulullah Muhammad Saw. pernah mengingatkan:

“Orang meninggal di antara kalian yang berada dalam kehinaan adalah bujangan.”

Rasulullah Saw. juga mengingatkan bahwa, “Sebagian besar penghuni neraka adalah orang-orang bujangan.”

Seorang laki-laki yang membujang harus menanggung beban syahwat yang sangat berat. Apalagi pada masa seperti sekarang ini ketika hampir segala hal memanfaatkan gejolak syahwat untuk mencapai keinginan. Perusahaan-perusaan obat memanfaatkan gambar-gambar wanita untuk menarik pembeli. Perusahaan-perusaan rokok juga memanfaatkan gadis-gadis muda yang seronok untuk mempromosikan rokoknya di stasiun-stasiun dengan merelakan diri mengambilkan sebatang rokok sekaligus menyalakan apinya ke laki-laki yang sedang lengah ataupun sengaja “melengahkan” diri.

Tidak sekadar sampai di situ, acara-acara TV, radio bahkan artikel-artikel kesehatan dan olahraga di koran dimanfaatkan untuk mengekspos rangsang pornografis demi meningkatkan oplah. Kadang malah acara-acara keislaman yang diselenggarakan organisasi keislaman, tanpa sadar tergelincir untuk untuk ikut memanfaatkan hal-hal semacam ini lantaran ikut-ikutan dengan prosedur protokoler di TV.

Maka, tak semua dapat menahan pikiran dan angan-angannya. Dorongan-dorongan alamiah untuk mempunyai teman hidup yang khusus ini telah menyita konsentrasi. Daya serap terhadap ilmu tidak tajam. Apalagi untuk shalat, sulit merasakan kekhusyukan. Ketika mengucapkan iyyaKa na’budu wa iyyaKa nasta’in yang muncul bukan kesadaran mengenai kebesaran Allah yang patut disembah, melainkan bayangan-bayangan kalau suatu saat telah menikah. Malah, sebagian membayangkan pertemuan-pertemuan.

Shalat orang yang masih belum menikah memang sulit mencapai kekhusyukan, apalagi memberi bekas dalam akhlak sehari-hari. Barangkali itu sebabnya Rasulullah Muhammad Saw. menyatakan, “Shalat dua rakaat yang didirikan oleh orang yang menikah lebih baik daripada shalat malam dan berpuasa pada siang harinya yang dilakukan oleh seorang lelaki bujangan.”

Maka, bagaimana seorang yang masih membujang dapat mengejar derajat orang-orang yang sudah menikah, kalau shalat malam yang disertai puasa di siang hari saja tak bisa disejajarkan dengan derajat shalat dua rakaat mereka yang telah didampingi istri. Padahal mereka yang telah mencapai ketenangan batin, penyejuk mata dan ketenteraman jiwa dengan seorang istri yang sangat besar cintanya, bisa jadi melakukan shalat sunnah yang jauh lebih banyak dibandingkan yang belum menikah. Maka, apa yang bisa mengangkat seorang bujangan kepada kemuliaan di akhirat?

Alhasil, membujang rasanya lebih dekat dengan kehinaan, sekalipun jenggot yang lebat telah membungkus kefasihan mengucapkan dalil-dalil suci Al-Qur’an dan Al-Hadis. Benarlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah, “Orang meninggal di antara kalian yang berada dalam kehinaan adalah bujangan.” Bujangan. Tanpa seorang pendamping yang dapat membantunya bertakwa kepada Allah, hati dapat terombang-ambing oleh gharizah (instink) untuk memenuhi panggilan biologis, oleh kerinduan untuk mempunyai sahabat khusus yang hanya kepadanya kita bisa menceritakan sisi-sisi hati yang paling sakral, serta oleh panjangnya angan-angan yang sulit sekali memangkasnya. Dalam keadaan demikian, agaknya sedikit sekali yang sempat merasakan khusyuknya shalat dan tenangnya hati karena zikir. Dalam keadaan demikian, kita bisa disibukkan oleh maksiat yang terus-menerus. Sesekali dapat melepaskan diri dari maksiat memandang wanita ajnabi (bukan muhrim), tetapi masuk kepada maksiat lainnya. Pikiran disibukkan oleh hal-hal yang kurang maslahat, sedang mulut mengucapkan kalimat-kalimat yang memiriskan hati.

Di saat seperti ini, kita dapat merenungkan sekali lagi peringatan Rasulullah Muhammad yang terjaga. Dalam sebuah hadis yang berasal dari Abu Dzar r.a., Rasulullah Saw. menegaskan:

“Orang yang paling buruk di antara kalian ialah yang melajang (membujang), dan seburuk-buruk mayat (di antara) kalian ialah yang melajang (membujang).” (HR Imam Ahmad dalam Musnadnya, diriwayatkan juga oleh Abu Ya’la dari Athiyyah bin Yasar. Hadis ini dha’if, begitu ‘Abdul Hakim ‘Abdats menjelaskan).

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla melindungi kita dari kematian dalam keadaan membujang, sementara niat yang sungguh-sungguh untuk segera melangsungkan pernikahan, belum tumbuh. Semoga Allah Swt. menolong mereka yang telah mempunyai niat. Kalau belum lurus niatnya, mudah-mudahan Allah mensucikan niat dan prasangkanya. Kalau telah kuat tekadnya (‘azzam), semoga Allah menyegerakan terlaksananya pernikahan yang barakah dan dipenuhi ridha-Nya. Kalau mereka masih terhalang, mudah-mudahan Allah melapangkan dan kelak memberikan keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaha illaLlah.

Ingatlah terhadap hal-hal yang sangat dikecam dan diberikan peringatan mengenai bahayanya, biasanya Islam memberikan penghormatan yang tinggi untuk hal-hal yang merupakan kebalikannya. Kalau membujang sangat tidak disukai, kita mendapati bahwa menikah mendekatkan manusia kepada surga-Nya. Ketika dikabarkan kepada kita bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah bujangan, kita banyak mendapati di dalam hadis tentang kemuliaan akhirat dan bahkan keindahan hidup di dunia yang insya-Allah akan didapatkan melalui pernikahan. Seorang yang menikah, berarti menyelamatkan setengah dari agamanya. Bahkan, bagi seorang remaja, menikah berarti menyelamatkan dua pertiga dari agamanya.

Kita menjumpai hadis yang memberikan pertanyaan retoris sebagai sindiran, “Apa yang menghalangi seorang mukmin untuk mempersunting istri? Mudah- mudahan Allah mengaruniainya keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaha illaLlah.” Maka kita juga menjumpai hadis-hadis yang menjaminkan kepada kita yang ingin menikah demi menjaga kehormatan dan kesucian farjinya.

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw. bersabda, “Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah Swt., seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya.” (HR. Thabrani)

Dalam hadis lain dalam derajat shahih, Rasulullah Saw. bersabda:
“Tiga golongan orang yang pasti mendapat pertolongan Allah, yaitu budak

mukatab yang bermaksud untuk melunasi perjanjiannya, orang yang menikah dengan maksud memelihara kehormatannya, dan orang yang berjihad di jalan Allah.” (HR Turmudzi, An-Nasa’i, Al-Hakim dan Daruquthni).

Masih ada hadis senada. Namun demikian, ada baiknya kalau kita alihkan perhatian sejenak kepada peringatan yang disampaikan oleh Rasulullah, “Bukan termasuk golonganku orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah.” (HR Thabrani).

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang memiliki keyakinan. Tanpa keyakinan, ilmu akan kosong maknanya.[Sumber: Kupinang dengan Hamdallah/Muhammad Fauzhiel Adhiem]