MISTERI KEMATIAN MARILYN MONROE


 
 
5 Agustus 1962 dinihari, artis ternama Marilyn Monroe didapati tewas di rumahnya sendiri, tutup usia 36 tahun. 49 tahun setelah meninggalnya Marilyn Monroe, penyebab kematiannya pada waktu itu beraneka ragam, dan hingga saat ini penyebab kematiannya masih menjadi suatu misteri di hati para penggemarnya.

Menurut media massa, dalam dokumen terbaru yang diungkap FBI pada Maret 2007 lalu menunjukkan bahwa tewasnya Monroe berhubungan dengan jebakan yang dibuat oleh teman baiknya sendiri, serta memperkirakan bahwa Menteri Kehakiman AS kala itu yakni Robert Kennedy juga tahu persis akan rencana tersebut.


Laporan yang diserahkan FBI pada 19 Oktober 1964 tersebut, dikategorikan sebagai rahasia tingkat tinggi pada waktu itu. Laporan mengisyaratkan bahwa “bunuh diri” Monroe hanyalah sebuah adegan pura-pura saja, namun tidak disangka justru menjadi nyata. Teman, dokter, pengurus rumah, asisten, dan juru bicaranya juga turut andil dalam konspirasi ini.


Laporan menyebutkan, tewasnya Monroe mungkin sekali dirancang oleh teman baiknya sendiri, yang juga aktor Hollywood Peter Lawford. Peter Lawford tahu dari teman-teman Monroe lainnya bahwa Monroe seringkali merebut empati orang lain dengan cara berpura-pura bunuh diri, dan mulai merencanakan untuk memancingnya sekali lagi.


Lawford dan dokter pribadi Monroe yakni Ralph Crimson membuat “pengaturan khusus”, agar Crimson memberi resep obat untuk Monroe, “Ia memberikan 60 butir obat tidur yang dosisnya tidak biasa.” Pengurus rumahnya, Eunice Murray, dipekerjakan Monroe atas rekomendasi dari Crimson. “Di hari tewasnya Monroe, pengurus rumahnya meletakkan botol obat itu di atas meja.”


Laporan menyebutkan, Monroe yang ditipu menelan obat tidur yang berguna untuk mengobati insomnia dan meredakan rasa gelisah. Sebelumnya Monroe pernah mengatakan pada orang-orang sekitarnya bahwa ia akan segera mendapatkan pertolongan begitu ia menegak obat itu, dan dirinya tidak akan dibiarkan tidak sadarkan diri. Namun kenyataannya, “Dokter Crimson baru datang menjenguknya setelah Monroe dinyatakan meninggal dunia.”


Laporan ini diberi judul Robert Kennedy, mengisyaratkan bahwa pacar gelap Monroe, yakni Robert Kennedy yang menjabat sebagai Menteri Kehakiman AS kala itu tidak hanya tahu soal rencana ini, bahkan juga ikut berpartisipasi di dalamnya. Sebelumnya, para pendukung “teori konspirasi” ini terus menerus mencurigai bahwa kematian Monroe tidak mungkin sesederhana hanya kasus bunuh diri saja, pada awalnya hal ini ada hubungannya dengan Robert Kennedy dan kakaknya mantan presiden AS John F. Kennedy (merong-rong pernikahan sang presiden).


Laporan belum mengungkap motif para pelakunya yang menjebak Monroe untuk bunuh diri, namun diungkapkan bahwa setelah Monroe menyadari Robert tidak akan memenuhi janjinya untuk meninggalkan istrinya, ia pernah mengancam Robert akan mengungkap “affair dan romantisme” mereka kepada publik.


Laporan bahkan menyebutkan, Robert pernah berjanji pada Monroe “serahkan saja padaku”, namun Monroe tetap saja dibatalkan kontraknya oleh perusahaan, dan keduanya pun “terlibat percakapan tidak menyenangkan” atas hal ini.


Lawford adalah adik ipar Kennedy. Laporan itu mengatakan, di hari tewasnya Monroe, “Robert Kennedy menelepon Peter Lawford, untuk memastikan apakah Monroe sudah meninggal.”