PADA USIA BERAPA SI KECIL MULAI DIAJARI BERPUASA?



RAMADAN telah menjelang. Seluruh umat muslim di dunia melaksanakan ibadah wajib ini. Bagi keluarga yang telah memiliki buah hati berusia dini, tentunya juga ingin si buah hati dapat menunaikan ibadah wajib ini.

Namun, terkadang timbul pertanyaan dari orangtua, pada usia berapa anak dpat mulai diajari berpuasa? Tentunya, mengajari berpuasa tanpa mengganggu kondisi kesehatan si kecil.

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan dr Susatyo JP, salah seorang dokter yang memandu rubrik konsultasi kesehatan di situs resmi Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia se-Jerman, puasa pada anak-anak menurut ahli kesehatan anak dapat diajarkan secara efektif sejak anak berusia 4 tahun.

’’Mengajarkan anak untuk berpuasa sejak umur 4 tahun ini tentunya juga sangat berkaitan erat dengan faktor tumbuh kembang anak itu sendiri,’’ tandas Susatyo seperti dilansir dari situs resmi Forkom Jerman.

’’Maksudnya, pada usia 4 tahun seorang anak memiliki kondisi tumbuh kembang yang harus jadi pertimbangan utama orangtua dalam mengajarkan puasa,’’ lanjutnya.

Anak pada usia balita sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang tentunya memerlukan asupan nutrisi (zat makanan), yang mencukupi untuk jadi bahan dasar dan bahan bakar dari proses tersebut.

’’Sebut saja misalnya, pada usia tersebut kerja dari enzim yang diproduksi dalam saluran cerna anak berbeda fungsi dengan orang dewasa,’’ ujarnya.

’’Pada anak selain untuk kerja sistem pencernaan, enzim yang terdapat dalam usus juga berfungsi untuk membantu proses tumbuh kembang yang ada. Kalau pada orang dewasa fungsi enzim saluran cerna untuk proses tumbuh kembang ini sudah tidak ada,’’ lanjutnya.

Selain itu, Susatyo menjelaskan, keseimbangan cairan anak juga berbeda dengan orang dewasa. Anak cenderung lebih banyak memerlukan cairan menurut perimbangan berat tubuh, juga cenderung lebih mudah terkena dehidrasi dibandingkan dengan orang dewasa (bukan usia lanjut, Red).

’’Kalau kemudian ditanyakan apakah mungkin diajarkan sebelum usia 4 tahun? Para ahli kesehatan anak menyatakan, sebaiknya jangan dahulu karena berkaitan dengan proses tumbuh kembang anak itu sendiri yang memang memiliki percepatan lebih besar dan berkaitan dengan proses pengenalan pola makan yang harus ditanamkan pada anak,’’ jelasnya.

Lebh lanjut dijelaskannya, dalam mengajarkan puasa pada anak, juga harus diingat prosesnya harus bertahap dan jangan tiba-tiba. Bertahap di sini maksudnya, jangan langsung diajak puasa penuh selama kurang lebih 12 jam. Tapi, bisa bertahap disesuaikan dengan kemampuan dari si anak.

’’Yang lebih penting, selalu dijelaskan bahwa saat itu sedang belajar puasa sesuai ajaran Islam. Jadi, si anak pun mengerti kenapa dia tidak makan dan minum,’’ ujarnya.

’’Proses bertahap ini penting untuk mengenalkan pola pada anak. Setelah pengenalan bertahap tersebut, maka orangtua juga harus berperan untuk menentukan apakah si anak telah dapat mengerti puasa itu apa,’’ lanjutnya.

Jadi, faktor komunikasi antara orang tua dan anak memegang peranan yang sangat penting dalam mendidik anak. Kalau orang tua mampu mengkomunikasikan dengan baik kepada si anak mengenai puasa, maka anak pun akan melaksanakan dengan baik.

’’Komunikasi yang paling baik adalah dengan contoh. Jadi, ajarkan anak berpuasa saat orangtua juga puasa,’’ tandasnya.

’’Insya Allah, jika anak dijarakan dengan baik sejak usia 4 tahun ini maka saat masuk usiabaligh di mana dia sudah wajib untuk berpuasa penuh, bukan merupakan beban lagi baginya. Semua ini kita bicarakan dengan asumsi anak kita memiliki kondisi yang sehat sebelumnya,’’ lanjutnya.

[Sumber: Islampos]