PRODUK APPLE, DIBUAT TANGAN BERSIMBAH DARAH?



Jakarta - Pada 2010 kemarin dunia sempat dihebohkan oleh kasus bunuh diri karyawan pabrik suplier Apple, sehingga membuat opini bahwa perusahaan tidak memperhatikan masalah tersebut.

Apple untuk pertama kalinya merilis laporan dari para supliernya, yang berjumlah 156 (Sony, Intel, Samsung, Foxconn, dan lain-lain), karena kasus yang menyeret Apple terkait kasus bunuh diri massal karyawan di pabrik Foxconn pada 2010 lalu kemarin.

Kini Apple membuka pintu selebar-lebarnya bagi pihak pengawas yang ingin mengamati kasus bunuh diri di pabrik supplier mereka itu yang terletak di China. Setelah mendapat banyak kritik karena tidak menyediakan lingkungan kerja kondusif untuk para buruh yang mempopulerkan iPad dan iPhone tersebut, Apple memberitahukan kepada supplier mereka untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi para kelompok hak-hak buruh untuk mengawasinya.

Sebuah audit internal tahunan yang dilakukan menunjukkan bahwa 38% dari supplier Apple memberlakukan 60 jam kerja dalam sepekan dan satu hari per pekan. Di laporan yang bernama Supplier Responsibility Report 2012 tersebut, Apple mengatakan bahwa mereka telah menemukan sedikit pelanggaran pada 2011 ketimbang 2010, berdasarkan pada 229 audit yang dilakukan tahun lalu.

Hal ini cukup aneh, mengingat pada 2007 hingga 2010, Apple mendapat 288 audit. Laporan tersebut mencangkup beberapa wilayah, mulai dari rantai suplai, komponen, hingga perakitan. 

Berikut sedikit hasil-hasil audit tersebut:
  • Beberapa suplier Apple memiliki catatan, bahwa 50 persen dari pegawai mereka telah melampaui 60 jam kerja dalam sepekan.
  • 108 dari 229 perusahaan tidak membayar lembur yang sesuai dengan hukum berlaku.
  • Di 90 fasilitas, hampir lebih dari separuh karyawan mereka bekerja lebih dari 6 hari dalam satu pekan.
  • 37 fasilitas mengabaikan 1 hari libur dalam satu pekan.
  • 5 fasilitas menggunakan pekerja anak-anak di bawah umur.
  • 68 fasilitas tidak menyediakan fasilitas asuransi dan pengecekan kesehatan, sesuai dengan hukum yang berlaku.
  • 49 perusahaan tidak memberikan liburan atau pesangon ke karyawannya.
  • 3 fasilitas berbohong kepada pihak audit mengenai upah dan jam kerja karyawannya.
  • 112 fasilitas berbohong, karena tidak secara baik menyimpan zat-zat kimia yang berbahaya.
  • 69 fasilitas tidak mendaur ulang zat-zat berbahaya dan 74 fasilitas kurang pawai dalam penanganan proses daur ulang.
Setelah beberapa pekerja mengancam akan melakukan bunuh diri massal karena diberlakukan secara tidak adil oleh perusahaan, Foxconn sebagai salah satu suplier, mengatakan bahwa masalah dengan karyawannya telah terselesaikan.

Foxconn Technology mengatakan dalam sebuah pernyataannya yang telah melibatkan sekira 150 pekerja, mengaku bahwa telah menyelesaikan permasalahan tersebut secara damai. Para pekerja yang terlibat dengan aksi protes tersebut mengatakan bahwa mereka marah karena telah dipindahkan dari pabrik di Shenzen ke daerah Wuhan.

Setelah dipindahkan, mereka malah menerima hanya sepertiga dari gaji awal. Atas hal inilah, para demonstran hampir nekat ingin bunuh diri massal. Informasi detail mengenai penyelesaian tersebut tidak dibeberkan, namun ada seorang pekerja yang mengatakan bahwa ia sudah mendapat kompensasi. Sekira 45 dari para demonstran telah mengundurkan diri.

Diharapkan dengan audit 'sungguhan' oleh Apple ini dapat menaikkan sedikit kesejahteraan para karyawan di pabrik suplier mereka. Jangan sampai nantinya muncul istilah bahwa produk Apple dibuat oleh 'tangan-tangan bersimbah darah' yang tentunya bakal berdampak sangat buruk bagi imej serta penjualan Apple itu sendiri.

[Sumber: Inilah.com]